29/09/17

About This Year

There’s so many thing I wanted to share in this blog.

This year been like a rollercoaster to me.
You know, like the first time you try rollercoaster. You wonder how it’s gonna feel. How it’s gonna make you feel. It is gonna be fun? Or scary? Make you sick? Or Make you want to do it again.
When we first started this year, we didn’t know what would happen for the next 365 days. You didn’t know how it’s gonna feel. How it’s gonna make you feel. Is it gonna be an exciting year? Is it gonna be a bad year that you can’t wait for it to be over? Who you gonna meet along the way? Who you gonna lose along the way.

27/09/17

Someone

I’ve met someone.

Someone that made me tried a new things.

Someone that made me so happy.

Someone that made me learn so many new things.

Someone that motivated me when he didn’t even realize it.

Someone that made me move on.

Someone that made me have planned for my future.

Someone that made me dare to dream.

Someone that made me in love again when I thought I couldn’t.

Someone that made my life became so exciting.

Someone that made me saw the best version of myself.

Someone that made my life changed.

Someone that I really love.


Someone that became the best thing I never had.

16/08/17

You and I

Ini adalah sebuah cerita mengenai seorang wanita yang merasa dirinya ditakdirkan sial dalam percintaan. Selama hidupnya ia sudah mengalami banyak hal pahit dalam soal percintaan.

 Hingga kemudian suatu hari ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang sangat sesuai dengan kepribadiannya. Memiliki banyak kesamaan. Wanita itu menemukan lawan bicara yang bisa ia ajak berdiskusi sampai berjam-jam. Kali ini tidak seperti biasanya, wanita itu mendapat kesempatan untuk bisa berteman dan dekat dengan lelaki idamannya. Ia dan sang lelaki menjadi teman dekat.

Semua jadi awal yang baik dan sempurna. Semua kedekatan dan semua waktu yang sudah dihabiskan bersama, semua sangat berharga. Sampai suatu hari sang lelaki memberitahu bahwa ia kembali bersama cinta lamanya. Mantan kekasihnya terdahulu.

   Wanita itu kemudian sadar bahwa ternyata nasibnya dalam dunia percintaan belum berubah. Hanya kali ini sakit yang dilalui harus lebih menyakitkan karena ia sempat mengira kali ini keadaan berpihak kepadanya, yang pada kenyataannya tidak. Keadaan tetap tidak berpihak padanya.
Wanita itu menghabiskan puluhan jamnya untuk meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja dan ia pasti akan berhasil melalui ini.

Pertemanan ia dan sang lelaki masih terjalin, hanya tidak seerat dulu. Tidak lagi. Diskusi panjang yang terjadi biasanya kini tidak ada lagi. Hanya sapaan ringan dan bercandaan dengan rekan kerja lain. Ya, mereka berkerja di tempat yang sama. Di lingkungan yang sama.

 Wanita itu berpura-pura mereka baik-baik saja atau lebih tepatnya ia baik-baik saja. Diatas permukaan semua terlihat tenang dan baik-baik saja namun didalamnya? Tidak ada yang tahu.

Wanita itu berhasil melalui patah hatinya. Ia berhasil menerima kenyataan bahwa lelaki idamannya mencintai wanita lain dan kini lelaki itu bahagia.

Beberapa bulan kemudian, Sang lelaki datang dan minta untuk pergi bersama berdua. Setelah sekian lama mereka tidak pernah jalan bersama. Wanita itu tahu ada sesuatu dan ia benar. Lelaki itu kembali putus dengan sang mantan. Hubungan mereka harus kandas, lagi.

 Sang wanita berusaha menunjukan dirinya sebagai teman yang baik dengan memberi dukungan. Mulai hari itu, mereka yang dahulu kembali lagi. Entah apa yang wanita itu harus rasakan, turut bersedih karena lelaki idamannya putus dengan kekasihnya atau senang karena bisa mendapatkan kembali teman dekatnya itu.

Kedekatan demi kedekatan terjalin. Hubungan yang sempat renggang itu kini terjalin kembali bahkan lebih erat dari yang sebelumnya. Beberapa bulan kemudian, status teman dekat berubah menjadi sepasang kekasih. Wanita itu akhirnya resmi menjadi milik sang lelaki.
Hubungan mereka terjalin baik. Beberapa kali terjadi kesalahpahaman namun semua bisa terselesaikan. Semua sangat sempurna bagi sang wanita. Atau itu yang setidaknya ia kira.

Satu tahun. Satu tahun sudah hubungan cinta itu terjalin.

Sampai suatu hari, sang lelaki bertemu dengan mantan kekasihnya. Sang mantan tidak sendiri, ia bersama laki-laki lain, membawa kabar bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan.
Entah darimana datangnya, emosi itu hadir bagaikan aliran gelombang yang tidak dapat dikendalikan. Sang lelaki merasakan hatinya yang terselimutkan emosi. Menguap ke udara. Hatinya nyeri. Ia masih cinta.

Hari itu sang wanita dan sang lelaki berjanji untuk bertemu merayakan hari jadi mereka yang setahun. Semua sudah dipersiapkan dengan sempurna oleh sang wanita. Ia ingin memberi kejutan kepada lelaki yang dicintainya.

Mereka bertemu. Saling mengucap selamat pada satu sama lain. Bercerita banyak hal namun pikiran sang lelaki tidak sedang disana bersamanya.

 Lelaki itu menatap wanita dihadapannya yang hari ini sangat cantik dengan dress hitamnya dan make upnya. Ia menyadari betapa beruntung dirinya bisa memiliki dan dicintai wanita itu. Perasaan bersalah kemudian hadir. Ia merasa bersalah karena tidak bisa sepenuh hati mencintai wanita itu. Mungkinkah kita bisa mencintai dua orang disaat yang bersamaan?

Tiba-tiba, ciuman itu terjadi. Sang lelaki mencium sang wanita untuk kali pertama. Ciuman yang penuh emosional. Penuh dengan perasaan yang terpendam. Ciuman itu bukan ciuman penuh cinta namun sebaliknya. Ciuman itu seakan-akan ciuman pelampiasan. Ciuman yang dilakukan dengan hati penuh kemarahan dan luka. Seribu kata bisa tercipta dari sebuah ciuman. Ciuman yang tidak lebih dari sepuluh detik.

Wanita itu menyadari. Ia dapat merasakan itu semua. Namun ia tidak mengatakan apa-apa. Setidaknya tidak untuk saat ini.
Wanita itu berpura-pura tidak menyadari arti ciuman itu. Namun jauh dalam lubuk hatinya ia tahu sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang menghalangi mereka. Menjadi tembok tinggi diantara dirinya dan sang lelaki.

 Sejak kejadian itu mereka merenggang. Sang wanita merasa perlu mencari tahu dengan pasti apa arti ciuman emosional itu dan sang lelaki merasa bersalah atas apa yang ia rasa dan ia lakukan pada sang wanita yang sudah sangat baik kepadanya.

Hampir seminggu, sepasang kekasih itu saling menolak untuk berbicara. Mereka bertemu namun tidak berinteraksi. Saling bersapa namun tidak berbicara. Saling merasa namun kian menghindar.
Wanita itu tiba-tiba bertemu dengan sang mantan dari kekasihnya. Mereka saling bersapa dan sedikit berbasa basi. Dan pada saat itulah yang menjadi pertanyaannya terjawab lengkap. Ia tahu bahwa mantan dari kekasihnya akan menikah. Dan sang lelaki sudah lebih dulu mengetahuinya. Semua kini terasa masuk akal untuk sang wanita. Semua tanya jawab dikepalanya hilang karena sudah mendapatkan jawabannya. Ia kini paham dengan pasti arti dari ciuman emosional itu.

 Rela ataupun tidak, mereka akan bertemu untuk berbicara pada akhirnya. Sang wanita dan sang lelaki tidak bisa terus menghindari kenyataan bahwa memang ada yang harus mereka bicarakan. 

Setelah cukup lama saling menghindar mereka akhirnya bertemu disuatu ruang kosong di kantor tempat mereka bekerja untuk berbicara. Sempat cukup lama terjadi keheningan namun keheningan itu pecah ketika sang lelaki membuka suara. Ia meminta maaf. Karena itu yang selalu ada dipikirannya. Betapa ia menyesal. Bukan hanya tentang ciuman emosional itu namun juga semua yang telah ia lakukan maupun yang tidak ia lakukan.

Sang wanita masih pada keheningannya. Mencoba mencerna keadaan yang akan ia hadapi. Ia sudah belajar untuk mempersiapkan dirinya kala situasi itu datang. Namun ketika situasi itu akhirnya datang ternyata ia masih belum bisa terbiasa. Ia masih sulit mencerna. Hatinya terlalu pilu.

Lelaki itu mengucapkan kata maaf lagi untuk kedua kalinya. “Berhenti.” ucap wanita itu. “Gak ada yang perlu dimaafkan. Hati tidak bisa memilih.”

Lelaki itu tahu bahwa sang wanita sudah mengetahui semuanya.

“Aku hanya ingin memastikan dan aku mohon jawab dengan jujur.” Wanita itu terdiam. Menyiapkan hatinya untuk mendengar jawaban dari sang lelaki.

“Kamu masih cinta sama dia?”

Sang lelaki diam tidak langsung menjawab. Ia tarik napas panjang. Hatinya berat namun inilah kenyataannya.

“Ya. Aku masih cinta sama dia.”

Wanita itu menganggukkan kepalanya.

“Oke. Cuma itu yang perlu aku tahu.” Ia menatap sang lelaki. Sang lelaki balas menatapnya. Ia tahu arti tatapan itu. Tatapan perpisahan. Tatapan selamat tinggal. Ruangan kosong itu menjadi saksi bisu kandasnya hubungan mereka.

Sang wanita menangis. Hatinya sangat pilu. Dua kali sakitnya daripada yang pertama. Ia kira, lagi, ia kira, kali ini nasib percintaannya berubah baik. Setidaknya begitu ia kira selama setahun terakhir. Tapi hari ini ia harus mengakui bahwa keadaan memang belum berubah. Ia hanya ditipu kebahagiaan semu. Kebahagiaan sesaat.

Hatinya begitu sedih karena ia kira ia berhasil mendapatkan hati sang lelaki. Ia kira selama ini sang lelaki mencintainya. Namun kenyataan tidak berbicara seperti itu. Sang lelaki tidak pernah menjadikannya yang pertama. Karena posisi pertama dihatinya sudah diisi dan tidak pernah berganti. Ia selalu menjadi yang ke dua. Selalu menjadi yang didatangi hanya ketika yang pertama tidak ada. Namun, ketika yang pertama itu hadir ia kembali menempati posisi nomor dua. Ketika ada nomor satu, tidak ada yang ingat akan nomor dua.

Kamu ingin akhir yang bahagia atau sedih dari cerita ini?
Kalau kau ingin akhir yang bahagia, kau tahu kemana cerita ini akan berlanjut.

Kembali bersama lelaki itu? Tidak.

Akhir yang bahagia untuk sang wanita adalah saat ia bertemu dengan lelaki yang mencintainya sepenuh hati. Lelaki yang selalu menjadikannya nomor satu. Lelaki yang tidak pernah ragu akan perasaannya. Karena ia tahu untuk siapa cinta itu.

Kembali bersama laki-laki itu hanya akan menjadi akhir yang menyedihkan untuk sang wanita. Ia tidak perlu dicintai laki-laki hanya karena laki-laki itu merasa ia harus mencintai dirinya. Ia tidak mau dicintai karena laki-laki itu merasa tidak memiliki pilihan lain. Ia, lelah menjadi nomor dua. Ia lelah hanya menjadi pilihan. Ia ingin menjadi prioritas.

   Karena yang membahagiakan adalah ketika ada seseorang yang mencintai kita bukan karena ia merasa harus. Bukan karena ia merasa mencintainya adalah satu-satunya cara membalas kebaikannya.

   Karena akhir yang membahagiakan itu adalah ketika seseorang mencintai kita karena mereka mencintai kita. Tanpa alasan. Tanpa tanda tanya.

26/03/17

You.

Kamu yang hadir dan kemudian pergi. Hadirnya mungkin sementara namun sungguh sangat mengena. Hadirnya hanya sebentar namun ingin ku minta pada Tuhan membuat sebentar menjadi selamanya.

Aneh. Setiap hari aku melihatmu. Setiap hari kita saling bertemu. Namun kau terasa jauh dari jangkauanku. Anehnya aku merindukan dirimu.
Aku mulai merindukan kita. Aku merindukan kebersamaan kita. Aku merindukan canda tawa yang kita lalui. Aku merindukan long conversation yang biasa terjadi antara kita. Aku, merindukanmu. Sungguh.

Sulit sekali diri ini menyangkal bahwa aku merindukanmu. Sulit sekali diri ini menahan untuk berhenti dari memikirkanmu meski hanya sebentar. Sebentar saja bisakah kau tidak berada dipikiranku?

Aku merasa lain. Ternyata dirimu memberi banyak sekali pengaruh kepadaku. Bersamamu membuatku lebih bahagia dan jauh darimu membuatku merasa hampa. Aku merasa kurang.

Aku lelah menangis. Aku lelah meminta agar semua bisa seperti semula. Salahku telah membiarkan diri ini dipengaruhi dirimu. Salahku membiarkan diri ini berharap banyak pada dirimu. Maaf jika aku menyayangimu lebih dari yang semestinya. Andai aku bisa seperti dirimu. Andai saja aku bisa menahan hati ini untuk tidak jatuh padamu.

Aku tidak berharap seandainya kita tidak pernah bertemu, sungguh, seberapapun sakit dan sedih yang ku rasa saat ini, bertemu denganmu tetap salah satu hal terbaik dalam hidupku. Salah satu yang aku syukuri dari hidupku.

Waktu yang mempertemukan kita, Waktu yang mendekatkan kita. Kini, waktu jugalah yang membawa jauh dirimu dariku.

Naifnya diriku yang berharap lebih pada hubungan ini. Naifnya diriku yang berharap kau juga merasakan apa yang ku rasakan. Itu semua memang tidak akan mungkin terjadi bukan?

Kau yang kini telah jauh. Tidakkah kau merindukan waktu ketika bersamaku? Tidakkah sedikit saja mungkin terlintas dihatimu bahwa kau merindukan diriku seperti aku merindukanmu?

Untukmu yang hadir kemudian pergi.

Salam rinduku padamu.

N


Untitled

Pukul 01.04. And all I can think about is you.

Meeting you was so unexpected and get close to you beyond my imagination.

Mengenalmu menjadi sebuah cerita paling manis selama hidupku. Bersamamu aku melewati banyak hal baru. Bersamamu aku banyak belajar hal baru.
Rasanya seperti mimpi ketika aku bisa bertemu seseorang yang bisa aku ajak berdiskusi mengenai hal apapun. Rasanya seperti tidak mungkin ketika aku bisa dengan bangganya menjadi diri sendiri tanpa peduli apa penilaianmu padaku.

Jujur, ini yang pertama. Kamu yang pertama. Denganmu aku bisa bercerita apapun. Denganmu aku bisa membagi isi kepalaku yang tidak semua orang paham. Denganmu aku bisa tertawa lepas. Denganmu aku ingin melewati banyak pengalaman baru. Denganmu semua terasa lebih baik.

Kau membuatku berani bermimpi. Kau membuatku menjadi orang yang lebih baik. Kau membuatku berhasil bebas dari cinta masa lalu yang tak kunjung usai. Kau membuatku nyaman dengan dirimu

Rasa itu hadir. Susah payah aku menyangkalnya namun aku kalah. Rasa nyaman, rasa peduli, rasa takut kehilangan, rasa sayang. Iya, aku menyayangimu. Terlalu dini memang. Tapi bisakah kau salahkan hati?

Entah kapan rasa itu mulai hadir. Mungkin sejak pertama kali kita pergi bersama. Ingatkah kau di mana tempat pertama kita pergi bersama? Aku ingat. Kopi Manyar. Aku kau ajak pergi ke coffee shop. Disana jadi awal perjalanan kita. Kemudian hari demi hari kita jadi semakin dekat dan semakin terbuka. Denganmu, aku bisa bercerita apa saja. Denganmu, aku ingin melewati banyak hal-hal baru bersama.

Andai kau tahu kau berhasil membuatku melupakan seseorang yang telah sekian lama aku nanti. Kau berhasil membuatku terbebas atas perasaan tersebut. Andai kau tahu kau adalah orangnya.

Andai kau tahu bahwa perasaanku padamu lebih dari pada perasaan seorang teman. Andai kau tahu betapa sedihnya hatiku ketika aku tahu kau dekat dengan cinta lamamu. Andai kau tahu bahwa aku sangat merindukan dirimu.

Aku tidak ada apa-apanya dengan dia yang sangat cantik. Aku hanya teman untukmu. Namun andai kau tahu, untukku kau lebih dari itu. Andai kau tahu rasa ini telah berubah menjadi yang lain. Andai kau tahu aku menyayangimu.

Bolehkah aku meminta padamu untuk buka hatimu untukku? Bolehkah aku minta padamu untuk tidak kembali padanya dan mencoba untuk memulai yang baru bersamaku? Bolehkah aku minta padamu untuk melihatku dengan cara lain? Bolehkan aku meminta padamu untuk memberikan kita kesempatan?

Tolong jangan kembali padanya. Ku mohon lihat aku disini. Tidakkah kau merasa betapa kita akan menjadi pasangan yang hebat? Tidakkah kau juga merasa bahwa bersama kita akan melewati banyak cerita seru?

Aku tahu kamu tidak akan pernah membaca tulisan ini. Tulisan yang datang dari hatiku ini. Tapi jika suatu saat kau membaca ini mungkin karena Tuhan memiliki rencana lain.

Aku ingin kau tahu, aku senang bertemu denganmu. Aku ingin kau tahu, aku senang berkenalan denganmu.

21/02/17

Just a Random Thought of Mine

Ada beberapa hal yang tidak gue sukai salah satunya ketika gue tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan sederhana. Sesederhana pertanyaan ‘Apa tujuan hidup anda?’

Pertanyaan itu selalu membuat gue memutar otak seakan-akan gue baru saja diberi pertanyaan mengenai logaritma atau mengenai rumus-rumus fisika. Malah sesungguhnya pertanyaan itu lebih mudah dijawab karena bisa dicari dibuku pelajaran.

Namun pertanyaan sesederhana apa tujuan hidup kita terkadang bisa membuat kita terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa. Tidak tahu harus mencari dibuku mana karena sesungguhnya tidak ada buku yang pasti yang memberitahu jawaban dari pertanyaan tersebut.
Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Tapi juga tidak sedikit mereka yang masih mencari. Seperti gue.

Selama ini gue hanya menjalani saja kehidupan gue. Mengikuti hari demi hari tanpa punya visi yang pasti. Semuanya gue biarkan mengalir. Terlalu mudah.
Hidup gue datar tidak ada tantangan. Minim cerita seru penuh pengalaman yang membuat orang tertarik mendengar cerita kita. Memasang kuping lebar-lebar menikmati cerita hidup yang menegangkan sekaligus mengasyikan. Beberapa bahkan sampai terinspirasi.

Tapi nyatanya gue terlalu tenggelam di zona nyaman. Semua berjalan terlalu rapih sehingga tidak meninggalkan celah. Yang mana terkadang celah itu kita butuhkan.
Kehidupan gue yang menarik hanya terjadi di imajinasi gue belaka. Tapi ketika kembali ke dunia nyata semua terasa hambar.

Terkadang gue ingin menerima tantangan itu . Tantangan untuk keluar dari zona nyaman ini. Tapi terkadang gue juga merasa tertahan. Tertahan dengan kewajiban yang harus gue penuhi di kehidupan gue.

Pernah gue berkhayal pergi jauh dan tinggal sendiri. Memulai segalanya sendiri. Mengandalkan diri sendiri. Tinggal layaknya sebatang kara. Bukan, bukan gue menginginkan jadi sebatang kara. Namun gue selalu ingin tahu rasanya menjalani kehidupan ketika hanya diri sendirilah yang bisa diandalkan.

Gue ingin tahu seberapa kuatkah gue ketika berada dalam kondisi tersebut. Tentu tidak mudah. Tentu akan ada moment di mana mungkin gue merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi sungguh gue sangat ingin merasakan itu semua.

Gue ingin merasakan bebas yang sesungguhnya. Ketika gue tidak perlu merasa tertahan disuatu tempat. Ketika gue bisa melakukan apa yang gue cintai. Ketika gue tidak dipusingkan dengan segala bentuk kewajiban hidup. Gue ingin bebas. Gue, ingin sekali rasanya lepas dari sangkar ini.


05/02/17

Move On and Keep Your Heads Up

So, today when i was listening to Kodaline song High Hopes (a very good song i recommend this) suddenly i reminded by someone. Someone that has special room in this heart for a very longtime. Yes, a person that i was talk about in the last post. Someone that has been fill my heart for over 8 years.

12/12/16

About First Love

Everybody must have a different way to define what is first love. Everybody have a different story with their first love. So do I.

16/06/16

Almost 20

Okay, so less than 3 days, I'm gonna turn 20! Whoo new era isn't it?

I'm excited but also scared on the other hand. I mean I feel like a grown up if I'm 20. I will be married soon (well not that soon, I don't even have boyfriend right now) but it will happen eventually. I'm gonna have a long-term carrier. I'm gonna leave my parent's house and living on my own. 20's would be so much different.

I read articles about what should we do in our 20's. There's so many tips. Basically its all about being success in young age. Find a partner and a permanent job.

I have several plans to start my 20. First, this year I'm gonna continue my school (yeay) after 2 years I pending my school, this year I will continue my school to get Bachelor's Degree of Communication. The second, I plan to have resign from my current job (I give my notice this month and July will be the last month I work there). Third, I change my bad lifestyle. I've been working out lately. I eat healthy food. I'm avoiding fries food, sweet food and drinks, junk food (obviously), I change rice with boiled fries, eat a lot of vegetables, and fruits.

I'm trying to loss A LOT of my weight. It's not healthy anymore. I have to do something to loss weights. So now I'm on diet. And my target that I have an ideal body when I turn 21 next year. That's my goal.

About my job, why should I quit? Well, to be honest my salary is under the market, and I think because I'm gonna be 20 I have to look for another experiment, may be I will find my dream job. I won't go anywhere if I keep working there. And I need money to pay my college, so I think the best thing to do is quit and find a better job.

I really wish 20 will be SO MUCH better than years before. I want a new experiences, new friends, new relations, and probably new relationship?


Well, see you soon 20.





Sincerely,

Me when i'm still 19.


04/05/16

#NYALAUNTUKYUYUN


Sebelumnya mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing untuk almarhumah Yuyun, yang saya yakin sekarang sudah tenang dialam sana. Amin.

01/04/16

Kata orang....

Kata orang, jatuh cinta itu indah. Membuat hari-hari terasa menyenangkan.
Tapi bagaimana untuk orang yang jatuh cinta sekaligus patah hati? Bagaimana ketika jatuh cinta kita juga sadar betapa tidak mungkin kita memilikinya?

Bagi saya, jatuh cinta itu jauh dari kata manis. Jatuh cinta itu seperti namanya, jatuh. Jatuh pasti sakit. Pasti membuat luka.

08/10/15

What Went Wrong?

I'm 19 y.o and feeling so unhappy. What went wrong?

Gue serius gak tau apa yang sedang melanda diri ini. Apakah anak berumur 19 tahun diluarsana juga merasakan atau pernah merasakan yang gue rasakan ini?

Apa yang salah?

Apa yang menyebabkan gue bisa merasa seperti ini?
Rasanya semua hambar. Hambar sekali. Tertawa sesaat. Senang sesaat. Kemudian rasa sedih datang kembali. Semua perasaan senang datang tapi perasaan sedih menetap.

Apa yang salah?

Gue merasa seperti dilanda krisis. Krisis identitas. Siapa sebenarnya gue? Apa yang gue suka? Apa yang gue mau? Apa yang bikin gue senang? Apa yang bikin gue marah? Ya, gue rasa gue sedang dilanda krisis kepercayaan diri.

Gue mulai mempertanyakan apa yang mau gue lakukan kedepannya. Mempertanyakan bagaimana cara gue mewujudkan mimpi memiliki semua kesuksesan yang selalu gue impikan saat kecil.


Gue merasa mulai dari titik 0. Mulau dari awal. Kenapa harus seperti ini rasanya menjadi orang dewasa? Kaku, terlalu serius, mudah bosan.

Apa yang salah?

Gue merindukan gue yang penuh tawa. Yang tiada hari tanda tertawa. Semuanya terasa berwarna. Merindukan rasa 'excited' setiap bangun tidur. Bukan rasa frustasi. Bukan rasa jenuh akan rutinitas yang sangat membosankan.

Apa yang salah?


25/04/15

Mencoba Menjadi Kartini Sejati

Setiap tahun, setiap tanggal 21 April kita selalu merayakan Hari Kartini. Begitu ramai. Merayakannya dengan menggunakan kebaya atau baju adat lainnya (Entah hubungannya dengan Kartini sendiri apa). Tapi itulah Indonesia.

Dulupun, waktu SD gue juga merayakan Hari Kartini dengan memakai baju adat. Sebagai anak kecil yang polos gue ikut aja. Lagi juga seru satu hari itu kita keliling sekolah dan gak belajar. Haha.

Tapi gue udah 19 tahun (gonna be). Kayanya kurang cocok kalo pengetahuan yang gue tahu soal Ibu Kartini hanya sebatas itu. Dan sebenernya dimulai karena suatu malam pada tanggal 21 April, gue sedang asik scroll timeline twitter gue dan gue menemukan sebuah tweet yang membuka mata gue.

24/04/15

Tragedi Akhir Tahun 2014

Jadi, dipostingan gue sebelumnya gue bilang akan cerita soal dompet gue yang dicuri orang.
Maaf agak lama baru sempet cerita sekarang.

Oke. Pertama, pada tanggal 14 Desember 2014 gue diajak temen gue untuk nonton Stand By Me Doraemon di Blitz Megaplex Teras Kota. Gue sebenernya waktu itu gak ada niat nonton, karena duit gajian gue sudah menipis.
 Temen gue ini pecinta Doraemon garis keras. Dia akhirnya memberikan penawaran kepada gue. Lu temenin gue, duit nonton gue yang bayarin. Wih, gak nolak dong gue. Gue kan juga mau nonton cuma karena duit menipis jadi gue gak kepengen tapi kalo dibayarin yah gue gak nolak lah haha.

Akhirnya kita putuskan hari minggu karena libur kerja juga. 
Kita janjian jam 11 dan sampe Teras Kota sekitar Jam 12an. Sampe sana gue yang awalnya nyepelein bakalan sepi di Blitz ternyata salah besar. Ternyata banyak juga yang penasara sama film robot kucing ini. Yang antri panjaaang dan sampe bikin 4 baris. Gila!

12/04/15

Hello, Again.

Well, this is my first post in 2015.

First, Hello again to all my readers who i don't know who you are :p

Second, sorry for not posting anything in this blog for a couple months (actually i almost forget i have blog *peace*)

Third, Thank you if you're all still read my blog :)

April.

31/12/14

Good Bye, 2014. Welcome, 2015.

Hari ini, 31 Desember 2014 adalah hari terakhir ditahun 2014. Semua bersuka cita merayakannya. Mengingat-ngingat kejadian selama satu tahun. Mencoba membuat sesuatu yang bisa mengakhiri tahun ini dengan indah. But life is not about the ending. Life is about the journey.

Gue pribadi tentu punya moment tersendiri yang tidak terlupakan pada tahun ini. Yang pertama, Menghadapi ujian Nasional. Yap, ujian yang terkesan seakan menghadapi ujian hidup dan mati and thanks to God I passed it. Dan gue cukup puas dengan nilainya. Kedua, Tentunya setelah UN yaitu kelulusan. Pisah dengan teman SMA. Pisah dengan masa-masa indah yang gokil. Kuliah tentu beda. Kuliah tempatnya orang dewasa there is no time for playing tapi SMA masa dimana lo nikmatin semua kesenangan itu. Ketiga,

02/07/14

Charlie's Angels

Charlie's Angels yang film itu? tentu bukan. Disini gue bukan membicarakan tentang film atau pemainnya. Gue akan membicarakan tentang pertemanan gue dengan Andini dan Kamel.
Trus urusannya sama Charlie's Angels apaan? gak ada sih. Cuma dulu pas sd, temen gue Kamel pernah mencetuskan bahwa kita ber-3 ini kaya Charlie's Angels. Waktu itu sih gue diem aja. Bukan diem setuju tapi lebih ke diem gak ngerti. Soalnya gue gak tau film itu jadi gue gak ngerti sama yang dia bilang.

Sebenernya cukup lama gue ingin menceritakan tentang mereka di blog cuma belom baru terealisir sekarang ini.

Well,

10/06/14

Lagu Tulus.

Jadi ceritanya Indonesia kedatangan penyanyi baru yang keren banget nih. Namanya Tulus. Namanya unik ya. Sebenernya sih dia gak baru banget. Cuma belakngan ini dia jadi obrolan hangat cewek-cewek remaja nih. Dan karena kemaren gue juga abis nonton penampilan dia pas di Summarecon Mall Serpong.


Namanya beneran Tulus loohh nama lengkapnya Muhammad Tulus Rusydi. Lahir di Sumatera Barat pada tanggal 20 Agustus 1987.

Trus kenapa nih ceritanya gue bikin postingan tentang Tulus? ya karena emang gue lagi demen banget dengerin lagu-lagunya. Gue gak sampe ngefans berat sih cuma gue suka banget sama beberapa lagu Tulus soalnya selain enak didenger artinya juga bagus.
Nah gue akan menulis tentang lagu-lagu tersebut.

Hal-Hal Tentang Cowok Yang Bikin Iri Cewek.

Seneng banget rasanya ketika ide berlalu-lalang di pikiran, dan sekarang gue mencoba merealisasikan ide di kepala gue. Yaitu tentang Apa yang bikin cewek iri sama cowok.

Cewek dan cowok meskipun diciptakan untuk saling berdampingan pada hakikatnya memiliki perbedaan sifat. Cewek cenderung rumit, perasa, lemah, sensitif, lemah lembut, dan lain-lain. Sedangkan cowok kebanyakan kebalikannya dari cewek, mereka simple, cuek, kurang peka, lebih kuat, dan lain-lain. Tapi meski begitu ada beberapa hal dari sifat cowok yang gue sangat ingin miliki, yaitu.

Nostalgia Part 2

Postingan sebelumnya gue sudah membahas tentang permainan hits anak-anak kecil jaman dahulu sebelum era digital. Sekarang gue akan membahas serba-serbi dari mainan sampe makanan yang eksis di tahun 90an sampe mungkin sekitar 2006/07 sebelum teknologi menyebar luas seperti sekarang ini. Tapi mungkin yang akan gue paparkan hal-hal yang gue tau aja ya karena kan gue lahir tahun 96 jadi gue gak tau banyak hal tentang awal tahun 90an. So let's begin.